Sidoarjo~www.pilarcakrawala.news| Semarak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kecamatan Tulangan tahun ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tulangan sukses menggelar Kirab Napak Tilas yang diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta. Acara ini menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap perjuangan santri dan ulama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, serta komitmen mereka dalam menjaga keutuhan NKRI.
Peserta kirab datang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari seluruh ranting MWCNU, PAC Pagar Nusa, Fatayat NU, Muslimat NU, hingga Ansor yang tersebar di Kecamatan Tulangan. Mereka berjalan dengan penuh khidmat, memulai perjalanan dari Lapangan Sepak Bola Desa Kenongo menuju Pondok Pesantren MWCNU di Desa Gelang, Kecamatan Tulangan. Perjalanan ini bukan hanya sekadar pawai, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para santri yang dulu berperan penting dalam perjuangan melawan penjajah.
Saat peserta tiba di Pondok Pesantren MWCNU, acara dilanjutkan dengan Apel Tirakatan Santri, sebuah kegiatan puncak yang sangat dinantikan. Ribuan peserta dengan khusyuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti dengan lagu Mars Nahdlatul Ulama yang semakin menggelorakan semangat kebersamaan. Suasana semakin terasa sakral ketika Ketua MWCNU Kecamatan Tulangan, Fahri Sirodj, M.Ei., naik ke podium untuk memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Fahri Sirodj menekankan pentingnya mengenang jasa para ulama dan santri terdahulu yang telah berjuang keras demi kemerdekaan Indonesia. “Tema Hari Santri Nasional tahun ini, ‘Menyambung Juang Merajut Masa Depan’, mengandung makna bahwa perjuangan tidak akan pernah berakhir. Perjuangan untuk masa depan yang lebih baik harus terus dilakukan, tidak hanya oleh santri, tetapi oleh seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya. Fahri juga menyinggung tentang transformasi santri yang dulu terkenal dengan sarung dan sandal, tetapi sekarang telah berkembang mengikuti zaman tanpa melupakan jati diri dan peran penting mereka dalam masyarakat.
Tidak hanya sambutan yang membangkitkan semangat, acara ini juga dimeriahkan oleh atraksi seni bela diri dari Pagar Nusa, yang menampilkan keahlian dalam silat dan mempertunjukkan ketangguhan serta kearifan budaya NU dalam melestarikan warisan leluhur. Atraksi ini berhasil menyedot perhatian peserta dan tamu undangan, mengukuhkan identitas Pagar Nusa sebagai salah satu organisasi yang menjaga keamanan dan ketertiban berbasis kearifan lokal.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di wilayah Kecamatan Tulangan, di antaranya Kapolsek Tulangan AKP Abdul Collil, S.H., Danramil Tulangan Kapten Arh Aan Chunaidi yang diwakili oleh Serka Joko DP, serta Camat Tulangan Asmara Hadi, S.STP., M.AP. kepala desa Gelang Dedy Dwi Nugroho, SH, Selain itu, tampak hadir pula para ulama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Tulangan, serta Banser dari berbagai daerah. Kehadiran para tokoh ini semakin memperkuat nilai kebersamaan dan dukungan terhadap peran santri dalam menjaga dan membangun bangsa.
Setelah acara usai, awak media Pilarcakrawala mendapat kesempatan untuk mewawancarai beberapa tokoh penting yang hadir. Salah satunya adalah Ketua MWCNU Kecamatan Tulangan, Fahri Sirodj, yang kembali menegaskan pentingnya tema peringatan HSN tahun ini. “Perjuangan itu tidak pernah berakhir, kita harus terus menyambung perjuangan para ulama terdahulu untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga mengajak generasi muda, khususnya santri, untuk terus belajar dan memperjuangkan nilai-nilai yang telah diajarkan para ulama terdahulu, seperti KH. Hasyim Asy’ari dan para pejuang kemerdekaan lainnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua PAC Pagar Nusa Tulangan, Muh. Iqbal Lazuardi, juga menyampaikan harapannya terhadap generasi muda. Dalam wawancaranya, Iqbal menekankan pentingnya menjaga semangat juang para santri yang telah meletakkan dasar-dasar perjuangan bangsa. “Santri saat ini harus lebih berani tampil di depan, tidak hanya dalam hal ilmu agama tetapi juga dalam bidang lainnya, termasuk bela diri dan pertahanan diri, seperti yang diajarkan di Pagar Nusa,” jelasnya.
Acara peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Tulangan tahun ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi bukti nyata bahwa semangat juang santri tetap hidup dan berkembang. Dengan kegiatan ini, MWCNU dan seluruh organisasi di bawahnya berhasil mengajak masyarakat untuk terus melanjutkan perjuangan para pendahulu, sekaligus merajut masa depan yang lebih baik dengan semangat kebersamaan dan kecintaan pada tanah air.
Acara ditutup dengan suasana penuh khidmat, diiringi doa bersama yang dipimpin oleh ulama setempat, memohon keselamatan dan keberkahan bagi bangsa Indonesia. Momentum ini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak akan pernah selesai, dan semangat santri akan terus menginspirasi generasi-generasi berikutnya dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa. ( ED s )