Cuaca Ekstrem Robohkan Aset BUMDes Kedungbanteng, Pengelolaan Dinilai Lamban

28

Sidoarjo//www Pilarcakrawala.news | Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Desa Kedungbanteng dalam beberapa hari terakhir menyebabkan bangunan akrelik milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat roboh. Selain roboh akibat angin kencang, sebagian bangunan akrelik tersebut juga dilaporkan sempat terendam air, Selasa (20/01).

 

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Budiono Kepala Desa Kedungbanteng. Ia menyatakan bahwa robohnya bangunan akrelik BUMDes disebabkan oleh terpaan angin kencang yang terjadi saat cuaca ekstrem melanda wilayah desa.

 

“Benar, bangunan akrelik BUMDes roboh akibat diterpa angin kencang karena cuaca ekstrem,” ujar Kepala Desa Kedungbanteng.

 

Pemerintah desa bersama pengelola BUMDes, lanjutnya, berencana akan segera melakukan perbaikan terhadap bangunan yang rusak tersebut agar aktivitas BUMDes dapat kembali berjalan normal.

 

“Kami dari pemerintah desa bersama BUMDes Kedungbanteng akan segera melakukan perbaikan secepatnya,” tambahnya.

 

Namun demikian, penanganan kerusakan tersebut disayangkan oleh lembaga swadaya masyarakat gerakan rakyat Indonesia Sulaikan dinilai berjalan lamban. Pasalnya, BUMDes Kedungbanteng diketahui telah menerima penyertaan modal sebesar 20 persen dari Dana Desa. Dengan dukungan anggaran tersebut, perbaikan seharusnya dapat segera dilaksanakan tanpa menunggu terlalu lama.

 

Lambannya respons pengelola BUMDes menimbulkan penilaian bahwa aset desa tersebut terkesan dibiarkan tanpa pengelolaan yang maksimal. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada keberlangsungan usaha desa serta kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan BUMDes.

 

Hingga berita ini diturunkan, bangunan akrelik BUMDes Kedungbanteng masih dalam kondisi rusak dan belum dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Masyarakat berharap pemerintah desa dan pengelola BUMDes segera mengambil langkah konkret agar aset desa dapat kembali difungsikan dengan baik.(Nic)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.