Ruwat Desa Lewat Wayang Kulit, BUMDes Sumber Abadi Tunjukkan Peran Nyata Lestarikan Budaya

1,083

Sidoarjo//WWW.PILARCAKRAWALA.NEWS | Pagelaran wayang kulit semalam suntuk mewarnai tasyakuran Paguyuban Pasar Desa Ngaban sekaligus ruwat desa yang digelar oleh BUMDes Sumber Abadi, Kecamatan Tanggulangin. Kegiatan bernuansa budaya dan edukasi ini menjadi wujud nyata pelestarian tradisi leluhur yang masih dijaga kuat oleh masyarakat Desa Ngaban, Kamis (22/01)

Pagelaran wayang dimulai dari punden desa sebagai simbol awal sakral ruwat desa, kemudian dilanjutkan hingga puncak acara di Balai Desa Ngaban. Ribuan warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat, namun juga sarat nilai filosofi dan pendidikan budaya.

Ketua BUMDes Sumber Abadi, Yudi yang akrab disapa Gembos, mengungkapkan bahwa pagelaran wayang ini merupakan bagian dari komitmen BUMDes dalam mendukung kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi desa.

“Wayang kulit ini kami jadikan media edukasi sekaligus pelestarian budaya. Selain tasyakuran paguyuban pasar, ruwat desa ini menjadi doa bersama agar Desa Ngaban selalu diberi keberkahan dan kemajuan,” ujar Gembos.

Ia menambahkan, BUMDes Sumber Abadi ingin membuktikan bahwa badan usaha milik desa tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan budaya kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, di antaranya Dr. Emir Firdaus, S.T., M.M., Kasipah, A.Md., serta Dra. Hj. Ainun Jariyah, turut hadir menyaksikan langsung pagelaran wayang kulit ruwat desa. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Forkopimcam Tanggulangin, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan peran BUMDes di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Ngaban menyampaikan apresiasi atas inisiatif BUMDes Sumber Abadi yang dinilai mampu menjadi percontohan badan usaha desa paling mandiri di Kecamatan Tanggulangin.

“BUMDes Sumber Abadi tidak hanya menggerakkan ekonomi desa, tetapi juga aktif menjaga tradisi dan kearifan lokal. Ini patut menjadi contoh bagi BUMDes lain,” ungkap Kepala Desa Ngaban.

Melalui pagelaran wayang semalam suntuk ini, diharapkan nilai-nilai budaya tetap lestari, kebersamaan warga semakin kuat, serta Paguyuban Pasar Desa Ngaban terus berkembang sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat Desa Ngaban.(Nic)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.