SIDOARJO//www.pilarcakrawala.news|Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo terus mengakselerasi pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola perusahaan sekaligus strategi menghadapi tantangan layanan air bersih di masa mendatang Sabtu,31 Januari 2026
Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.M.T., menyampaikan bahwa pada tahun 2026 perusahaan memfokuskan kebijakan pada penguatan tata kelola dan transformasi digital sebagai fondasi peningkatan kinerja bisnis dan pelayanan publik.
“Pada 2026 kami memprioritaskan penguatan tata kelola dan digitalisasi sebagai kunci untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Salah satu upaya yang tengah dijalankan adalah pilot project pemanfaatan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Sistem ini diharapkan mampu menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang masih menjadi tantangan utama perusahaan, sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi air bersih.
“Melalui penerapan SCADA, kami berharap tingkat kehilangan air dapat ditekan sehingga distribusi air menjadi lebih optimal,” jelasnya.
Selain pengendalian NRW, Perumda Delta Tirta juga menyiapkan langkah perluasan cakupan layanan dengan pembangunan jaringan distribusi baru, khususnya di wilayah yang belum terjangkau perpipaan.
Program ini direncanakan melalui skema kerja sama Business to Business (B to B) dengan pihak ketiga.Di sektor produksi, perusahaan akan melakukan peningkatan kapasitas dengan meng-upgrade Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang sudah ada, serta membangun IPA baru guna menjawab keterbatasan kapasitas produksi air bersih.
Sementara itu, peningkatan layanan pelanggan turut diperkuat melalui pengembangan Aplikasi Pelangi, platform digital yang memudahkan pelanggan dalam mengakses berbagai layanan, mulai dari pendaftaran sambungan baru, pengecekan rekening, pembayaran, hingga penyampaian pengaduan secara daring.
“Melalui Aplikasi Pelangi, seluruh layanan dapat diakses pelanggan langsung melalui handphone,” katanya.
Pemanfaatan aplikasi tersebut terbukti mampu memangkas waktu pelayanan pemasangan sambungan baru secara signifikan, dari yang sebelumnya memerlukan waktu satu hingga dua bulan, kini dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Dengan penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan infrastruktur, Perumda Delta Tirta Sidoarjo optimistis mampu menghadirkan layanan air bersih yang semakin andal, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Nic)