Meriahnya Perayaan Tahun Baru Imlek di Kampung Pecinan Tambak Bayan

0 24

Surabaya~www.pilarcakrawala.news|Suasana Tahun Baru Imlek di Kampung Pecinan Tambak Bayan, Kelurahan Alon-Alon Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya,berjalan semarak dan meriah, Minggu (22/1/2023).

Di momentum peringatan tahun ini, warga yang berada di Jalan Tambak Bayan Tengah, Alun-alun Contong, Bubutan ini mengisi perayaan dengan festival lampion hingga pertunjukan Barongsai.

Bukan hanya dari warga sekitar, penonton juga berasal dari kawasan lain. Ada yang hanya sekadar menonton bersama keluarga, pegiat hobi fotografer, hingga content creator.

Mereka dengan antusias menunggu kedatangan Barongsai. “Agak sedikit molor. Barongsainya masih dalam perjalanan,” kata Lim Kiem Hau atau Gepeng, salah satu warga Tambak Bayan.

Benar saja, sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan Barongsai datang. Setelah sejenak melakukan persiapan, pertunjukan dimulai.

Pertunjukan dimulai dengan mengarak barongsai keliling kampung. Di tiap rumah, barongsai telah ditunggu para pemilik rumah dengan menyiapkan angpao.

Menariknya, angpao tersebut tak melulu diberikan secara langsung. Namun, angpao digantung di langit-langit teras hingga lintasan lampion. Alhasil, para pemain barongsai pun harus beratraksi dengan saling menggendong menggambarkan layaknya kegagahan seekor singa yang sedang berdiri dengan dua kaki.

Tak hanya oleh para orang tua, para remaja, hingga balita tak luput untuk turut memberikan angpao berwarna merah ini. “Kegiatan seperti ini rutin dilakukan tiap peringatan Imlek,” katanya.

Tak hanya pertunjukan barongsai, perayaan Imlek di tahun ini juga digelar dengan Festival Lampion. Festival pun tak hanya digelar 1 hari ini, namun telah berlangsung sejak Jumat (20/1/2023).

Kampung pun kian semarak dengan perhiasan lampion yang cantik di sepanjang jalan. “Lampion ini dipasang sendiri oleh warga Tambak Bayan bersama komunitas dan teman-teman mahasiswa dari luar juga,” kata Gepeng.

Lampion tersebut dibuat dengan berbagai bentuk dan ukuran. Bagi pengunjung yang datang, juga bisa membeli. “Pada acara festival lampion ini juga ada bazar warga dan komunitas. Ada juga lampion yang dijual dengan harga yang cukup bervariasi,” pungkasnya.

Dengan berbagai pernik tersebut, kawasan ini pun menjadi sarana pendidikan sejarah hingga budaya. Mulai dari mahasiswa, komunitas, hingga kreator konten berkumpul untuk belajar budaya hingga alkuturasi di tempat ini.(Bs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.