DEBAT PERDANA PILBUP SIDOARJO 2024 SUBANDI – MIMIK IDAYANA DAN AMIR ASLICHIN – EDI WIDODO TAWARKAN SOLUSI PEMBANGUNAN METROPOLITAN DAN INKLUSIF
Sidoarjo~www.pilarcakrawala.news|Debat perdana Pemilihan Bupati (Pilbup) Sidoarjo 2024 yang berlangsung pada Sabtu malam, 19 Oktober 2024, di Fave Hotel Sidoarjo menjadi ajang unjuk visi, misi, dan program dari dua pasangan calon yang bersaing. Pasangan calon nomor urut 1, Subandi – Mimik Idayana ( BAIK ) dan pasangan calon nomor urut 2, Achmad Amir Aslichin – Edy Widodo (SAE), beradu gagasan dalam upaya menawarkan solusi terbaik untuk membangun Kabupaten Sidoarjo lebih maju dan inklusif.
Dengan suasana yang penuh antusiasme dari para pendukung masing-masing, kedua pasangan calon tampil percaya diri menyampaikan visi besar mereka untuk membawa perubahan signifikan bagi Kabupaten Sidoarjo. Subandi – Mimik Idayana mengedepankan program pembangunan metropolitan yang terencana dengan baik, sementara pasangan SAE fokus pada pemberdayaan masyarakat di tingkat dusun melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Pasangan calon nomor urut 1, Subandi – Mimik Idayana ( BAIK ), memanfaatkan debat ini untuk memaparkan visi mereka dalam mewujudkan Sidoarjo sebagai kota metropolitan yang inklusif dan terencana. Saat menjawab pertanyaan dari Achmad Amir Aslichin tentang pembangunan kota metropolitan, Subandi dengan tegas menjelaskan bahwa timnya telah menyiapkan grand design atau masterplan pembangunan yang akan menjadi acuan selama lima tahun mendatang.
“Kami tidak hanya bicara soal pembangunan fisik yang sporadis. Kami telah merancang masterplan pembangunan Kota Delta yang jelas dan terarah. Setiap wilayah kecamatan akan dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki, sehingga pembangunan tidak hanya sembarangan, tetapi terencana dengan baik dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Subandi di hadapan audiens yang langsung menyambut pernyataannya dengan sorak sorai dan tepuk tangan.
Grand design yang diusung pasangan Subandi – Mimik Idayana ( BAIK ) berfokus pada keterlibatan semua elemen masyarakat dalam proses pembangunan. Mereka ingin memastikan bahwa semua pihak dilibatkan, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga biasa, untuk bersama-sama berperan aktif dalam membangun Kabupaten Sidoarjo.
“Kami ingin merangkul seluruh elemen masyarakat. Semua lapisan akan kami libatkan dalam proses pembangunan ini. Kami tidak ingin ada yang tertinggal, karena Sidoarjo adalah milik bersama. Dengan begitu, Sidoarjo tidak hanya menjadi kota metropolitan, tetapi juga kota inklusif yang melibatkan semua pihak,” lanjut Subandi.
Menariknya, Subandi dan Mimik terlihat memiliki pembagian peran yang sangat solid selama debat berlangsung. Subandi tampil sebagai pemapar utama, sementara Mimik melengkapi dengan penegasan dan detail program. Keduanya menunjukkan harmoni dalam menjawab setiap pertanyaan, memberikan kesan bahwa mereka adalah tim yang siap bekerja sama dan saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Di sisi lain, pasangan calon nomor urut 2, Achmad Amir Aslichin dan Edy Widodo (SAE), juga tak kalah meyakinkan. Mereka menawarkan pendekatan yang sangat konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu melalui pemberdayaan dusun dengan memanfaatkan APBD Kabupaten Sidoarjo.
Achmad Amir Aslichin, yang akrab disapa Mas Iin, menyoroti pentingnya memberikan akses anggaran langsung ke dusun-dusun untuk mempercepat pembangunan di tingkat akar rumput. Program andalan yang mereka tawarkan adalah alokasi anggaran sebesar Rp 300 hingga 500 juta per dusun, yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat, termasuk peningkatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan.
“Kami akan alokasikan anggaran Rp 300 hingga 500 juta per dusun dari APBD. Ini adalah solusi konkret yang kami tawarkan untuk menjawab permasalahan di masyarakat Sidoarjo. Prosesnya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Dusun (Musdus), di mana masyarakat dapat langsung memutuskan prioritas pembangunan yang mereka butuhkan,” ungkap Mas Iin dalam debat tersebut.
Dengan APBD Kabupaten Sidoarjo yang mencapai Rp 5,2 triliun per tahun, pasangan SAE berkomitmen untuk menggunakan dana sebesar Rp 400 miliar dari APBD untuk program ini. Mas Iin menekankan bahwa fokus program ini adalah untuk memberikan kebebasan bagi masyarakat di setiap dusun untuk mengelola dana tersebut sesuai kebutuhan mereka.
“Kami ingin memangkas birokrasi yang panjang dan memberdayakan masyarakat dusun untuk menentukan sendiri apa yang mereka butuhkan. Proyek-proyek yang dibiayai dengan dana dusun ini sepenuhnya akan dikelola oleh warga, termasuk penggunaan tenaga kerja dan material lokal. Dengan begitu, ekonomi masyarakat akan bergerak dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tegas Mas Iin.
Selain itu, Mas Iin menambahkan bahwa program ini juga akan memberikan dampak signifikan dalam mempercepat pembangunan fasilitas publik di setiap dusun. Dengan kebebasan dalam pengelolaan dana, masyarakat dapat menentukan jenis fasilitas apa yang mereka butuhkan, mulai dari infrastruktur jalan hingga fasilitas umum lainnya.
“Rakyat yang akan memutuskan apa yang mau dibangun di dusun mereka. Ini adalah cara kami untuk mendekatkan pembangunan langsung ke masyarakat dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembangunan,” tandasnya.
Debat perdana Pilbup Sidoarjo ini menjadi ajang yang sangat penting dalam memperlihatkan perbedaan pendekatan dari kedua pasangan calon. Subandi – Mimik Idayana menawarkan visi pembangunan metropolitan yang besar dan terstruktur, dengan penekanan pada masterplan yang terarah. Sementara itu, Achmad Amir Aslichin – Edy Widodo fokus pada pendekatan pemberdayaan masyarakat di tingkat paling bawah dengan pengelolaan anggaran langsung oleh warga dusun.
Pertarungan ide ini tidak hanya menarik perhatian pendukung masing-masing pasangan calon, tetapi juga masyarakat luas yang menyaksikan debat tersebut. Kedua pasangan calon berhasil menunjukkan kapasitas dan kecakapan mereka dalam menyusun program-program yang dapat membawa perubahan besar bagi Sidoarjo. Antusiasme dan sorak-sorai dari para pendukung semakin memanaskan suasana, menunjukkan betapa Pilbup Sidoarjo 2024 ini sangat dinantikan oleh masyarakat.
Dengan gagasan-gagasan yang mereka tawarkan, siapapun yang terpilih sebagai pemimpin Kabupaten Sidoarjo, diharapkan mampu mewujudkan janji-janji pembangunan yang inklusif, terarah, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. ( ED s )